Rekam Jejak Lahirnya Provinsi Lampung, Peneliti Geomatika ITERA Bersama PT. Jaya Survey Indonesia Memodelkan Rumah Daswati Secara 3D dengan Teknologi LiDAR Handheld

Bandar Lampung, ITERA – Tim peneliti Program Studi Teknik Geomatika Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan kegiatan penelitian pemodelan tiga dimensi (3D) Rumah Daswati menggunakan teknologi LiDAR handheld, Selasa, 15 September 2026. Penelitian ini dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Jaya Survey Indonesia dan didampingi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Lampung serta Kota Bandar Lampung.

Rumah Daswati yang berlokasi di Jalan Tulang Bawang Nomor 11, Kecamatan Enggal, Bandar Lampung, merupakan salah satu bangunan paling bersejarah di Bumi Ruwa Jurai. Rumah milik pejuang kemerdekaan asal Menggala, Kolonel Achmad Ibrahim, ini digunakan sejak 7 Maret 1963 sebagai kantor Panitia Perjuangan Daerah Swatantra Tingkat I (Daswati) Lampung. Perjuangan yang dirumuskan di rumah tersebut berbuah lahirnya Provinsi Lampung pada 18 Maret 1964. Setelah tercatat sebagai Objek Diduga Cagar Budaya sejak 2018, Rumah Daswati ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat Kota Bandar Lampung pada Mei 2026. Meski memiliki nilai sejarah yang tinggi, kondisi fisik bangunan saat ini rusak dan memerlukan upaya pelestarian. Di sinilah dokumentasi digital berbasis teknologi geospasial berperan penting sebagai rekaman kondisi eksisting bangunan sebelum dilakukan langkah revitalisasi.

Dalam kegiatan ini, tim menggunakan LiDAR handheld yang bekerja berdasarkan prinsip Simultaneous Localization and Mapping (SLAM). Operator cukup berjalan menyusuri bagian luar dan dalam bangunan sambil membawa perangkat, sementara sensor laser merekam jutaan titik koordinat tiga dimensi (point cloud) secara kontinu. Metode ini dinilai sangat sesuai untuk bangunan cagar budaya karena bersifat nirkontak, sehingga tidak memberikan beban atau kerusakan tambahan pada struktur yang sudah rapuh.

” LiDAR handheld memungkinkan kami merekam geometri bangunan secara menyeluruh, dari fasad, ruang-ruang dalam, hingga detail ornamen, dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan pengukuran konvensional. Hasilnya berupa data 3D terukur yang dapat menjadi arsip digital permanen Rumah Daswati,” ujar Muhammad Ulin Nuha, dosen Program Studi Teknik Geomatika Itera, selaku ketua tim peneliti.

Data point cloud hasil pemindaian selanjutnya akan diolah menjadi model 3D bangunan, serta dapat diturunkan menjadi gambar terukur seperti denah, tampak, dan potongan. Produk tersebut diharapkan dapat mendukung kajian kondisi kerusakan, perencanaan restorasi yang tetap menjaga keaslian bangunan, hingga pengembangan media edukasi dan tur virtual sejarah Lampung.

Kolaborasi dengan PT Jaya Survey Indonesia menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam penerapan teknologi survei dan pemetaan mutakhir. “Kami menyambut baik kolaborasi ini. Pemanfaatan teknologi LiDAR untuk dokumentasi cagar budaya merupakan kontribusi nyata dunia survei dalam menjaga warisan sejarah bangsa,” kata Nurdiansyah.Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Teknik Geomatika ITERA sehingga menjadi sarana pembelajaran langsung untuk menerapkan teknologi LiDAR di lapangan.

Melalui penelitian ini, ITERA menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan inovasi teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan daerah. Upaya digitalisasi Rumah Daswati diharapkan menjadi langkah awal pemanfaatan teknologi geospasial untuk mendokumentasikan cagar budaya lainnya di Provinsi Lampung, agar jejak sejarah Sang Bumi Ruwa Jurai tetap terjaga bagi generasi mendatang.