
Lampung Selatan, 7 Agustus 2026. Program Studi Teknik Kelautan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum 2025 pada Jumat, 7 Agustus 2026, di Ruang E108, Institut Teknologi Sumatera. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya evaluasi dan penguatan kurikulum agar tetap relevan terhadap perkembangan keilmuan, kebutuhan industri, serta tuntutan kompetensi lulusan Teknik Kelautan di masa mendatang.
FGD menghadirkan dua narasumber yang mewakili perspektif akademik dan industri, yaitu Ir. Heri Setiawan, S.T., M.T., Ph.D. dari Program Studi Teknik Kelautan Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Muhammad Sirojudin, S.T., M.T. dari PT Noahtu Shipyard Lampung. Kegiatan turut dihadiri oleh Plh. Dekan Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Mochammad Fathurridho Hermanto, S.T., M.T.; Koordinator Program Studi Teknik Kelautan Ir. Mustarakh Gelfi, S.T., M.Sc., Ph.D.; Koordinator Kurikulum Ayu Libiaty Ahmad, S.Kel., M.T.; Koordinator Pengelola Laboratorium; Gugus Kendali Mutu Program Studi; Koordinator Humas dan Kerja Sama; Koordinator Kemahasiswaan; seluruh dosen Program Studi Teknik Kelautan ITERA dan Perwakilan Mahasiswa Angkatan 2022-2025.
Menyelaraskan Body of Knowledge dan Arah Pendidikan Teknik Kelautan
Pembahasan FGD berfokus pada evaluasi Body of Knowledge (BoK) Teknik Kelautan dan penerapan Capstone Design sebagai bagian penting dalam pembentukan kompetensi rekayasa mahasiswa. Program Studi Teknik Kelautan ITERA saat ini mengembangkan struktur pembelajaran secara bertahap, mulai dari penguasaan fundamental science, fundamental engineering, hingga penerapan ilmu keteknikan pada permasalahan rekayasa kelautan.
Melalui forum tersebut, Program Studi Teknik Kelautan ITERA melakukan brainstorming dan benchmarking terhadap pengembangan kurikulum Teknik Kelautan ITB. Sebagai salah satu program studi rujukan dalam pengembangan pendidikan Teknik Kelautan di Indonesia, pengalaman ITB menjadi masukan penting dalam melihat kembali struktur mata kuliah, kompetensi dasar, mata kuliah pilihan, mekanisme prasyarat, hingga implementasi kegiatan berbasis desain.
Ir. Heri Setiawan, S.T., M.T., Ph.D. memaparkan sejumlah pengalaman dalam pengembangan kurikulum Teknik Kelautan ITB, termasuk bagaimana perubahan teknologi, globalisasi, evaluasi terhadap lulusan, masukan pemangku kepentingan, kebutuhan akreditasi, serta semangat continuous improvement menjadi pertimbangan dalam pembaruan kurikulum. Diskusi juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu dasar, kemampuan rekayasa, fleksibilitas mahasiswa dalam menentukan bidang yang diminati, serta kesiapan mahasiswa sebelum memasuki pembelajaran berbasis desain.

Capstone Design sebagai Penghubung Kompetensi Akademik dan Rekayasa
Salah satu pembahasan utama FGD adalah Capstone Design, khususnya bagaimana kegiatan tersebut dapat dirancang sebagai pengalaman desain keteknikan yang mampu mengintegrasikan berbagai kompetensi yang telah diperoleh mahasiswa selama perkuliahan.
Diskusi berkembang pada sejumlah aspek, mulai dari beban SKS, waktu pelaksanaan, sistem prasyarat, mekanisme pembimbingan, hingga perbedaannya dengan Tugas Akhir. Capstone Design dipandang perlu diarahkan pada penyelesaian persoalan terbuka atau open-ended problem, sehingga mahasiswa tidak hanya melakukan perhitungan teknis tetapi juga mampu menentukan alternatif desain berdasarkan berbagai batasan dan kriteria.
Karakter persoalan Teknik Kelautan yang cenderung multidisiplin dan multikriteria menjadi tantangan tersendiri. Perancangan suatu infrastruktur kelautan dapat melibatkan aspek struktur, geoteknik, hidrodinamika, lingkungan, operasional hingga manajemen proyek. Oleh karena itu, kesiapan mahasiswa, sistem pendampingan dosen, serta keterkaitan antara mata kuliah pendukung dengan Capstone Design menjadi bagian penting yang perlu terus dikembangkan.
FGD turut membahas peluang menghadirkan kasus-kasus nyata di wilayah Sumatera sebagai objek pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman desain, tetapi juga memahami karakter permasalahan rekayasa kelautan yang berkembang di wilayah Sumatera dan Indonesia.
Industri: Kompetensi Teknis Saja Tidak Cukup
Perspektif dunia kerja disampaikan oleh Muhammad Sirojudin, S.T., M.T. dari PT Noahtu Shipyard Lampung. Berdasarkan pengalamannya di industri galangan kapal, terdapat sejumlah kompetensi yang perlu semakin diperkuat selama proses pendidikan mahasiswa.
Beberapa kemampuan yang menjadi perhatian antara lain gambar teknik sebagai bahasa komunikasi antarprofesi dalam proyek, manajemen proyek, manajemen risiko, pemahaman terhadap regulasi dan ketentuan statutory, serta kemampuan komunikasi profesional.
Gambar teknik menjadi salah satu kompetensi fundamental karena terdapat perbedaan antara gambar pada tahap desain dengan gambar yang benar-benar dapat diterapkan dalam proses produksi. Mahasiswa juga perlu memahami bagaimana suatu pekerjaan direncanakan, dikendalikan berdasarkan timeline, diidentifikasi risikonya, serta dilaksanakan dengan memperhatikan standar dan regulasi yang berlaku.
Kemampuan komunikasi menjadi perhatian penting lainnya. Dalam pelaksanaan proyek rekayasa, seorang engineer bekerja bersama berbagai pihak, mulai dari owner, konsultan, kontraktor, bagian produksi, quality control, hingga lembaga klasifikasi. Karena itu, kemampuan menyampaikan gagasan teknis secara lisan maupun tertulis menjadi kompetensi yang tidak dapat dipisahkan dari kemampuan rekayasa.

FGD juga memperoleh gambaran mengenai alur sebuah proyek di industri galangan kapal. Proses dimulai dengan memahami kebutuhan owner, jenis kapal, karakteristik muatan dan rute operasional, kemudian dilanjutkan dengan proses desain, penyusunan gambar produksi, perencanaan proyek, proses approval berdasarkan aturan klasifikasi, produksi, quality control, inspeksi, hingga pemenuhan persyaratan sertifikasi.
Gambaran tersebut memberikan perspektif penting bahwa pendidikan Teknik Kelautan perlu membekali mahasiswa bukan hanya dengan kemampuan melakukan analisis dan perhitungan, tetapi juga pemahaman terhadap alur sebuah proyek rekayasa secara utuh dari tahap konseptual hingga implementasi.
Memperkuat Link and Match Pendidikan dengan Dunia Kerja
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan seluruh dosen Teknik Kelautan ITERA. Berbagai isu turut dibahas, mulai dari sistem prasyarat mata kuliah, ujian komprehensif, kegiatan ekskursi, pengembangan mata kuliah pilihan, pembelajaran berbasis proyek, hingga strategi meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam memilih dan menyelesaikan permasalahan rekayasa.
Forum juga memberikan catatan bahwa isu rekayasa lepas pantai (offshore engineering) perlu memperoleh perhatian dalam pengembangan pembelajaran ke depan. Hal ini penting untuk memperluas paparan mahasiswa terhadap variasi permasalahan Teknik Kelautan sekaligus mengantisipasi perkembangan industri maritim dan energi di Indonesia.

Melalui FGD ini, Program Studi Teknik Kelautan ITERA berupaya memastikan bahwa pengembangan kurikulum tidak dilakukan hanya berdasarkan kebutuhan akademik internal, tetapi juga mempertimbangkan perkembangan pendidikan Teknik Kelautan secara nasional, kebutuhan dunia industri, perubahan teknologi, standar profesi, dan karakteristik pembangunan wilayah Sumatera.
Masukan dari akademisi dan praktisi industri selanjutnya menjadi bahan penting dalam evaluasi Kurikulum 2025, terutama untuk memperkuat keterkaitan antara Body of Knowledge, profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, Capstone Design, serta kompetensi yang dibutuhkan lulusan ketika memasuki dunia profesional.
Tentang Program Studi Teknik Kelautan ITERA
Program Studi Teknik Kelautan merupakan bidang ilmu teknik yang mempelajari perencanaan, perancangan, analisis, dan pengembangan infrastruktur pada lingkungan laut dan pantai.
Program Studi Teknik Kelautan Institut Teknologi Sumatera didirikan pada 18 Oktober 2017 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 581/KPT/I/2017. Sejak berdiri, Program Studi Teknik Kelautan ITERA terus mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pengembangan teknologi dan pembangunan wilayah Sumatera dan Indonesia.
Visi
Menjadi Program Studi Teknik Kelautan yang berkualitas dan berprestasi secara nasional maupun internasional dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang rekayasa kelautan yang mampu memberikan kontribusi pada kemajuan wilayah Sumatera dan sekitarnya.
Misi
- Menyelenggarakan pendidikan tinggi Teknik Kelautan yang bermutu, inovatif, dan tanggap terhadap perkembangan global.
- Menyelenggarakan penelitian yang berkualitas untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang rekayasa kelautan.
Memberikan kontribusi kepada masyarakat dengan menerapkan ilmu Teknik Kelautan dalam mendukung kemajuan wilayah Sumatera dan Indonesia.
