Program Desa Binaan Teknik Sipil: Kolaborasi ITERA dan Desa Batanghari Ogan dalam Mewujudkan Desa Mandiri Pengolahan Sampah

Bandar Lampung, 2 Juli 2026. Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyelenggarakan Program Desa Binaan Teknik Sipil: Kolaborasi ITERA dan Desa Batanghari Ogan dalam Mewujudkan Desa Mandiri Pengolahan Sampah di Desa Batanghari Ogan, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, pada Kamis (02/7/2026). Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (ITERA) secara resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Batanghari Ogan, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, melalui peluncuran Program Desa Binaan Teknik Sipil. Program ini merupakan bentuk komitmen Program Studi Teknik Sipil ITERA dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, dengan menghadirkan pendampingan berkelanjutan dalam pengembangan teknologi, pembangunan infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat desa.

Melalui program ini, Desa Batanghari Ogan ditetapkan sebagai desa binaan yang akan menjadi lokasi penerapan berbagai hasil penelitian, inovasi, dan pengabdian dosen maupun mahasiswa Teknik Sipil ITERA. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam menciptakan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan pembangunan yang dihadapi masyarakat, sekaligus menjadi sarana implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung di lapangan.

Salah satu program unggulan yang menjadi fokus awal dalam Desa Binaan Teknik Sipil adalah mewujudkan Desa Batanghari Ogan sebagai desa yang mandiri dalam pengolahan sampah menjadi material konstruksi. Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah limbah yang dihasilkan masyarakat serta kebutuhan akan material konstruksi yang lebih ramah lingkungan. Melalui inovasi yang dikembangkan oleh Program Studi Teknik Sipil ITERA, limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna diolah menjadi produk konstruksi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur desa.

Saat ini, inovasi yang telah berhasil dikembangkan memanfaatkan limbah plastik jenis Low Density Polyethylene (LDPE) dan limbah serut kayu sebagai bahan baku pembuatan batako komposit (composite blocks). Material konstruksi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah, serta membuka peluang ekonomi melalui pemanfaatan sampah yang memiliki nilai tambah.

Program Desa Binaan Teknik Sipil dirancang sebagai program jangka panjang yang akan terus dikembangkan sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki oleh Program Studi Teknik Sipil ITERA. Selain pengembangan material konstruksi berbasis limbah, berbagai program lain akan dilaksanakan untuk mendukung pembangunan desa secara menyeluruh. Pada bidang Rekayasa Transportasi, pendampingan akan difokuskan pada perencanaan dan peningkatan sistem transportasi serta keselamatan jalan desa. Pada bidang Rekayasa Struktur, kegiatan akan diarahkan pada pengembangan teknologi material, evaluasi struktur bangunan, dan penerapan konstruksi yang memenuhi standar teknis. Sementara itu, bidang Manajemen Rekayasa dan Konstruksi akan mendukung masyarakat dalam aspek perencanaan, pengelolaan, dan pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur desa agar lebih efektif dan efisien.

Pengembangan program juga akan mencakup bidang Rekayasa Sumber Daya Air melalui perencanaan sistem drainase, pengelolaan air bersih, konservasi sumber daya air, serta upaya mitigasi banjir di kawasan permukiman. Di sisi lain, bidang Rekayasa Geoteknik akan memberikan pendampingan terkait karakteristik tanah sebagai dasar perencanaan pembangunan infrastruktur yang aman, andal, dan berkelanjutan sesuai dengan kondisi wilayah Desa Batanghari Ogan.

Melalui Program Desa Binaan Teknik Sipil, dosen dan mahasiswa ITERA akan secara berkelanjutan melakukan pendampingan kepada masyarakat melalui kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelatihan, serta implementasi berbagai inovasi teknologi yang dapat diterapkan secara langsung di desa. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu teknik sipil untuk menyelesaikan permasalahan nyata di lapangan.

Pemerintah Desa Batanghari Ogan menyambut baik pelaksanaan Program Desa Binaan Teknik Sipil dan berharap kolaborasi yang terjalin dapat terus berkembang pada berbagai bidang pembangunan lainnya. Melalui kerja sama ini, desa diharapkan mampu menjadi contoh penerapan inovasi teknologi berbasis potensi lokal, khususnya dalam pengelolaan limbah menjadi material konstruksi serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Program Desa Binaan Teknik Sipil diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan jangka panjang antara Program Studi Teknik Sipil ITERA dan Desa Batanghari Ogan. Dengan mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat, program ini diharapkan mampu mewujudkan desa yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi model pengembangan desa binaan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *