LAMPUNG SELATAN — Program Studi Teknik Kelautan, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) bersama Institut Teknologi Sumatera (ITERA), menyelenggarakan diskusi kelompok terpumpun (FGD) dan Coaching Clinic Studi Lanjut ITERA x Tohoku University pada Senin, 5 Oktober 2026. Kedua kegiatan menghadirkan Vani Novita Alviani dari Tohoku University, Jepang, sebagai bagian dari rangkaian Diaspora Berdampak Teknik Kelautan 2026 yang berlangsung pada 5–9 Oktober 2026.
Rangkaian diskusi pada hari pertama menghubungkan pengembangan arah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PkM) dengan persiapan studi lanjut dosen. Melalui dua forum tersebut, keterlibatan akademisi diaspora menjadi ruang pertukaran pengalaman untuk mendukung perencanaan akademik dan penjajakan kolaborasi internasional.
FGD Kelompok Keahlian (KK) Rekayasa Kelautan mengangkat tema roadmap penelitian dan PkM serta collaboration plan. Fokus ini menempatkan arah penelitian kelompok keahlian dan kebutuhan masyarakat sebagai dasar untuk membicarakan rencana kerja sama yang relevan.
“Melalui kegiatan Diaspora Berdampak ini, kami ingin menghubungkan roadmap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan pengembangan kapasitas dosen. FGD dan coaching clinic menjadi ruang untuk mempertajam rencana studi lanjut sekaligus menjajaki kolaborasi riset yang sesuai dengan kebutuhan ITERA. Harapannya, pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi dan kerja sama akademik yang berkelanjutan,”
Ketua Kegiatan, Satriyo Panalaran.
Pembahasan roadmap memberi ruang bagi dosen untuk meninjau keterkaitan agenda penelitian, PkM, dan peluang kolaborasi. Dalam konteks rekayasa kelautan, perencanaan tersebut diperlukan agar pengembangan keilmuan dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang terarah. Forum ini juga menjadi kesempatan untuk memperoleh perspektif dari akademisi yang bekerja dalam lingkungan perguruan tinggi internasional.
Pada sesi siang, kegiatan dilanjutkan dengan Coaching Clinic Studi Lanjut ITERA x Tohoku University. Format klinik menyediakan ruang konsultasi yang lebih dekat bagi dosen untuk mendiskusikan rencana pengembangan akademiknya bersama narasumber, dihadiri oleh perwakilan masing-masing Prodi, diantaranya GT, ARL, DKV, PWK, KA, PAR, TL, TKA.
Vani Novita Alviani merupakan International Coordinator di Advanced Institute for Marine Ecosystem Change (WPI-AIMEC) dan menjabat sebagai Specially Appointed Associate Professor (Management) di Tohoku University. Profil resmi WPI-AIMEC mencantumkan koordinasi internasional dan energi terbarukan sebagai bidang keahliannya. Latar belakang tersebut memberikan konteks bagi pertukaran pengalaman mengenai lingkungan akademik dan jejaring internasional.
Keterkaitan antara FGD dan coaching clinic terletak pada hubungan antara kebutuhan institusi dan pengembangan kapasitas dosen. Roadmap menjadi acuan arah kegiatan kelompok keahlian, sedangkan studi lanjut dapat mendukung pendalaman keahlian yang dibutuhkan untuk menjalankannya. Kedua forum membuka ruang untuk menyelaraskan rencana pendidikan dosen dengan agenda penelitian dan PkM.
Kegiatan ini berada dalam rangkaian Program Diaspora Berdampak, kegiatan selanjutnya akan ada visit site ke DIVE Center Pahawang dan akuisisi data menggunakan RINAMI (handmade mahasiswa), Coaching/Review draft proposal penelitian luar negeri dan manuskrip jurnal ilmiah ditutup dengan SG pada hari Jumat, direncanakan mengenai kesempatan riset dan studi di Jepang bagi mahasiswa. Merupakan sebuah inisiatif yang membuka kolaborasi antara diaspora Indonesia dan peneliti dalam negeri untuk menghasilkan dampak melalui riset dan inovasi. Program tersebut berada dalam layanan Talenta Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.