Seminar Keprofesian FTIK Itera Hadirkan Alumni Teknik Kelautan untuk Membahas Metode Perbaikan Tanah Modern

Lampung Selatan, 10 Oktober 2025, Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi Sumatera (Itera) kembali menyelenggarakan kegiatan Seminar Keprofesian bertajuk “Introduction to Soil Improvement Method” pada Jumat, 10 Oktober 2025 secara daring (online) melalui platform Zoom Meeting.

Kegiatan ini dibuka oleh Dion Awfa, S.T., M.T., Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FTIK, yang menyampaikan pentingnya kegiatan seminar keprofesian sebagai wadah penguatan kompetensi dan orientasi industri bagi mahasiswa. Beliau menekankan bahwa mahasiswa FTIK perlu memahami keterkaitan antara teori di bangku kuliah dengan praktik di lapangan agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin dinamis.

Acara dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Elsa Rizkiya Kencana, S.T., M.Sc., selaku dosen sekaligus koordinator kegiatan. Dalam laporannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FTIK, antara lain Teknik Kelautan, Teknik Sipil, Rekayasa Tata Kelola Air Terpadu, Teknik Lingkungan, dan Pariwisata, dengan antusiasme yang tinggi.

Seminar ini menghadirkan Joko Danang Joyo, S.T., sebagai narasumber utama, merupakan alumni Teknik Kelautan Itera angkatan 2018 yang saat ini berkarier sebagai Project Engineer di Menard Geosystems, perusahaan internasional yang bergerak di bidang ground improvement dan geotechnical engineering.

Dalam paparannya yang berlangsung pukul 15.15 hingga 16.15 WIB, Joko menjelaskan prinsip dasar serta berbagai metode soil improvement yang digunakan dalam proyek infrastruktur besar, seperti Prefabricated Vertical Drain (PVD), Dynamic Compaction, Vibro Compaction, dan Stone Columns. Ia juga berbagi pengalaman langsung dalam menangani proyek-proyek geoteknik di berbagai wilayah Indonesia, serta tantangan teknis yang dihadapi di lapangan.

“Perbaikan tanah bukan hanya soal stabilitas fondasi, tetapi juga tentang keberlanjutan struktur dan efisiensi biaya proyek. Teknologi soil improvement memungkinkan pembangunan di tanah lunak dengan tetap menjaga keamanan dan efektivitas konstruksi,” ujar Joko dalam sesi pemaparannya.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif selama 30 menit. Mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar penerapan metode, peluang karir di bidang geoteknik, serta pengalaman profesional narasumber di industri internasional. Kegiatan seperti ini menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri.

“Kehadiran alumni seperti Joko menjadi inspirasi bagi mahasiswa bahwa lulusan ITERA memiliki peluang besar untuk berkontribusi di tingkat nasional dan global. FTIK akan terus menghadirkan kegiatan keprofesian yang relevan dengan perkembangan industri,” ujar Ibu Elsa.

Kegiatan berakhir pada pukul 17.00 WIB, ditutup dengan sesi foto bersama secara daring. Melalui kegiatan ini, FTIK Itera berharap mahasiswa dapat memperluas wawasan tentang praktik profesional di dunia teknik, sekaligus mempererat jejaring antara kampus, alumni, dan industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *