Sinergi Akademisi dan TNI: 19 Mahasiswa Teknik Sipil ITERA dan UNILA Diberangkatkan ke TN Way Kambas Guna Mitigasi Konflik Gajah Sumatera

BANDAR LAMPUNG – Sebanyak 19 mahasiswa program studi Teknik Sipil dari dua perguruan tinggi negeri di Lampung, yaitu Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Universitas Lampung (UNILA), resmi diberangkatkan untuk mengemban misi lingkungan dan kemanusiaan dalam program “Komite Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera di Taman Nasional Way Kambas”.

Prosesi pelepasan rombongan berlangsung khidmat pada pukul 13:00 WIB bertempat di Satuan Logistik TNI (depan RS Imanuel, Bandar Lampung). Keberangkatan tim ini didukung penuh oleh jajaran militer dengan pengerahan fasilitas armada bus dinas dari KODAM XXI/RADIN INTEN guna menjamin kelancaran mobilisasi menuju lokasi konservasi.

Hadir secara langsung melepas keberangkatan mahasiswa, Dosen Pendamping dari ITERA, Cahyo Agung Saputra, M.T., bersama Dosen Pendamping dari UNILA, Prof. Ir. Masdar Helmi, S.T., DEA., Ph.D. Dari pihak TNI, dukungan penuh ditunjukkan dengan hadirnya Kolonel Inf Gandung Eko Prabowo, S.I.P., M.Si., yang ikut melepas rombongan secara resmi di lapangan.

Sebelum menaiki bus KODAM XXI/RADIN INTEN, seluruh mahasiswa terlebih dahulu berkumpul di area Arizona Benteng Fitness Center kompleks Satlog untuk menerima pengarahan teknis operasional. Kolonel Inf Gandung Eko Prabowo memberikan pembekalan moral terkait pentingnya disiplin lapangan, menjaga keselamatan di area konservasi hutan, serta penguatan mental kerja sama antara sipil dan militer.

Dosen pendamping ITERA, Cahyo Agung Saputra, M.T., dalam keterangannya menyampaikan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa Teknik Sipil FTIK dalam komite ini merupakan manifestasi nyata dari pengabdian masyarakat berbasis keilmuan. Melalui sudut pandang teknik sipil, para mahasiswa

diharapkan mampu membantu menganalisis, merancang, dan memetakan solusi infrastruktur ramah lingkungan—seperti barrier alami atau sistem zonasi pembatas— guna menekan angka interaksi negatif gajah dengan wilayah kelola warga di sekitar Taman Nasional Way Kambas.

Sinergi kuat antara civitas akademika tingkat tinggi bersama TNI ini diharapkan mampu melahirkan solusi jangka panjang yang solutif bagi kelestarian habitat satwa dilindungi Gajah Sumatera sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat lingkar hutan.

No Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *